Ulasan Menulis sebagai Proses

Menulis sebagai suatu aktivitas yang berproses, tidak tercakup dalam berbagai pendekatan.
Sebagai proses, menulis merupakan
serangkaian aktivitas yang terjadi dan
melibatkan beberapa fase yaitu fase ,prapenulis (penerapan), penulisan (pengembangan isi karangan), dan pasca penulisan (lelah dan revisi atau penyempurnaan tulisan).


Tahapan Prapenulisan
1. Menentukan Topik
Topik adalah pokok persoalan atau permasalahan yang menjiwai seluruh karangan. Dalam mencari topik karangan dapat diajukan melalui pertanyaan seperti
“Saya mau menulis tentang apa, ya? Apakah yang akan saya tulis? Apakah inti karangan saya?” Nah, jawaban atas pertanyaan itu merupakan topik karangan.

2. MEMPERTIMBANGKAN MAKSUD ATAU
TUJUAN PENULISAN
Lazimnya orang menulis karena ada orang lain yang diharapkan membaca, memahami, dan merespon tulisannya. Nah, agar apa yang kita tuliskan itu sampai kepada pembacanya, maka kita harus memperhatikan siapa yang akan membaca,memahami, dan merespon tulisannya.

3. MEMPERHATIKAN SASARAN KARANGAN (PEMBACA)
Penulis tidak akan pernah dapat menulis sesuatu hal dengan bila ia tidak memiliki pengetahuan tentang hal itu. Karena apa yang akan dituliskan tidak selalu siap dan lengkap, maka sebelum menulis ia perlu mencari, mengumpulkan, dan memilih informasi yang dapat mendukung, memperluas,memperdalam, dan memperkaya ide tulisannya.

4. MENGUMPULKAN INFORMASI MENDUKUNG
Apabila penulis telah memilih topik, menentukan tujuan dan corak wacana, memikirkan kemampuan dan kebutuhan pembaca, maka langkah selanjutnya adalah mengorganisasikan atau menata ide-ide karangan agar saling bertaut, runtut, dan padu.

5. MENGORGANISASIKAN IDE DAN INFORMASI
Tahap pascapenulisan ini adalah fase tahap penghalusan dan penyempurnaan buram
yang penulis hasilkan. Kegiatannya terdiri atas penyuntingan dan perbaikan (revisi). Dalam memaknai istilah penyuntingan (editing) dan perbaikan atau revisi (revision) karangan, para ahli agak berbeda pendapat. Heffeman dan Licoln (1990:71-90) serta Tompkins Hosskisson (1995: 216-222), membedakan pengertian kedua istilah itu. Menurut mereka, penyuntingan adalah pemeriksaan dan perbaikan unsur mekanik karangan
seperti ejaan, pungtuasi, diksi, pengkalimatan, pengalineaan, gaya bahasa, pencatatan kepustakaan, dan konvensi penulisan
lainnya. Adapun revisi atau perbaikan, pengertiannya lebih dititikberatkan pada pemeriksaan dan perbaikan isi karangan.

Komentar