Ulasan Kalimat Efektif


Setiap gagasan pikiran atau konsep yang dimiliki seseorang, pada praktiknya harus dituangkan ke dalam bentuk kalimat. Kalimat yang benar dan jelas akan dengan mudah dipahami orang lain secara tepat. Kalimat yang demikian, disebut kalimat efektif. Kalimat efektif haruslah disusun secara sadar untuk mencapai daya informasi diinginkan penulis terhadap pembacanya, diharapkan pembaca akan tertarik pada apa yang dibicarakan dan tergerak hatinya oleh apa yang disampaikan itu.

Ciri-ciri kalimat efektif yaitu:

  • Kesepadanan.
  • Kesejajaran Bentuk.
  • Penekanan.
  • Kehematan Dalam Mempergunakan Kata.
  • Kevariasian Dalam Struktur Kalimat.

Syarat pertama bagi kalimat efektif mempunyai struktur yang baik. Artinya, kalimat itu harus memiliki unsur-unsur subjek, predikat, atau bisa ditambah dengan objek dan keterangan. Hubungan timbal balik antara subjek dengan predikat, predikat dengan objek serta dengan keterangan melahirkan keterpaduan arti yang merupakan ciri keutuhan kalimat.

Kesepadanan memiliki beberapa ciri:

  1. Subjek dan Predikat 
    Contoh :
    • Ia terbaring di ranjang sebuah rumah sakit di Paris.
    • Yoseph Meister menderita empat belas gigitan anjing.

  2. Kata Penghubung Intrakalimat
    Kata penghubung intrakalimat dipakai untuk menghubungkan dua kalimat menjadi kalimat majemuk. Kata penghubung intrakalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal.

    Contoh :
    Sekolah harus menyediakan saran dan prasarana. Sehingga pendidikan dapat terlaksana dengan baik.

    Kalimat di atas dapat diperbaiki dengan 2 cara. Pertama, kalimat itu digabungkan menjadi kalimat majemuk dan cara kedua dengan mengganti kata penghubung intrakalimat menjadi kata penghubung antrakalimat.

    Cara pertama :
    Sekolah harus menyediakan sarana dan prasarana sehingga pendidikan dapat terlaksana dengan baik.

    Cara kedua :
    Sekolah harus menyediakan sarana dan prasarana. Dengan demikian, pendidikan dapat terlaksana dengan baik.

  3. Ide Pokok
    Dalam menyusun kalimat penulis harus mengemukakan ide pokok kalimat tersebut. Biasanya ide pokok diletakkan pada bagian depan kalimat.

  4. Penggabungan Kata
    Seorang penulis sering menggunakan dua kalimat atau klausa menjadi satu kalimat. jika dua kalimat digabungkan dengan partikel dan, maka hasilnya kalimat majemuk setara. Jika dua kalimat digabungkan dengan partikel yang maka akan menghasilkan kalimat majemuk bertingkat, artinya kalimat itu terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat.

    Contoh :
    (a)    Masyarakat merasakan bahwa itu pendidikan kita masih rendah.
    (b)   Perbaikan mutu pendidikan adalah tugas utama perguruan tinggi.

    Kalimat (a) dan kalimat (b) mengandung ide pokok yang sama penting. Penggabungan yang, efektif untuk kedua kalimat di atas ialah dengan mempergunakan partikel dan, sehingga kalimat gabungan itu menjadi:
    Masyarakat merasakan bahwa mutu pendidikan kita masih rendah dan perbaikannya adalah tugas utama perguruan tinggi.

  5. Penggabungan Menyatakan Sebab dan Waktu
    Dalam komposisi untuk mencapai efektivitas komunikasi perlu diperhatikan perbedaan antara hubungan sebab dan hubungan waktu. Hubungan sebab dinyatakan dengan mempergunakan kata karena, sedangkan waktudinyatakan dengan kata ketika.

    Contoh :
    (a) Ketika banjir besar melanda kampung itu, penduduk melarikan diri ke tempat-tempat yang lebih tinggi.
    (b) Karena banjir melanda kampung itu, penduduk melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi.

    Kalimat (a) dan (b) kedua-duanya tepat. Penggunaannya bergabung pada jalan pikiran penulis apakah ia memetingkan hubungan waktu atau sebab. Yang perlu diperhatikan ialah pilihan penggabungan itu harus sesuai dengan konteks kalimat.

  6. Penggabungan Kalimat yang Menyatakan Hubungan Akibat dan Hubungan Tujuan
    Dalam menggabungkan kalimat perlu dibedakan penggunaan partikel sehingga untuk menyatakan hubungan akibat dan partikel agar atau supaya untuk menyatakan hubungan tujuan.

    Contoh :
    a. Semua peraturan telah ditentukan.
    b. Para mahasiswa tidak bertindak sendiri-sendiri.

    Kalimat (a) dan (b) digabungkan menjadi:
    Semua peraturan telah ditentukan sehingga para mahasiswa tidak bertindak sendiri-sendiri.
    atau
    Semua perarturan telah ditentukan agar para mahasiswa tidak bertindak sendiri-sendiri.

Komentar