Ulasan Materi Perkembangan Ejaan Bahasa Indonesia
Nama = Raihan Ramadhan
Nim = 202023022
Mata Kuliah = Bahasa Indonesia
Prodi = Teknik Mesin
A. Pengertian
Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dan lain sebagainya) dalam tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca. Ejaan merupakan hal yang sangat penting didalam pemakaian bahasa terutama dalam ragam bahasa tulis. Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu:
1. Aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad
2. Aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis
3. Aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca.
B. Kesalahan Umum dalam Penggunaan Ejaan
a. Penyukuan
Penyukuan kata berimbuhan
Imbuhan termasuk awalan yang mengalami perubahan :
mengatasi (kata dasar atas) meng-a-tas-i ; me-nya-dar-i : (kata dasar sadar) ; menyadari mengatasi dapat berdiri sendiri sebagai suku, sedangkan s pada menyadari digantikan dengan ny.
b. Penulisan Huruf
Kesalahan umum penulisan huruf terjadi pada huruf pertama kata-kata yang mendahului bangsa, suku, bahasa, tahun, bulan, dan hari, serta judul dan daftar isi.
Kaidahnya: Nama bangsa, suku, dan bahasa
Huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa, ditulis dengan huruf besar.
Contoh: suku Sunda bukan Suku Sunda
Kaidahnya: Nama tahun, bulan dan hari
Huruf pertama nama tahun, bulan, hari-hari besar, dan peristiwa sejarah, ditulis dengan huruf kapital.
Contoh: tahun Hijriah bukan Tahun hijrah
c. Judul
Huruf pertama setiap kata dari nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, untuk,tetapi, dan yang ditulis dengan huruf besar. Selain itu, kalau nama buku, majalah, dan surat kabar dikutip dalam karangan, maka penulisannya menggunakan huruf miring (kalau diketik dengan komputer) atau diberi garis bawah (bila ditulis tangan atau mesin ketik manual).
Contoh:
Perkembangan Ekonomi dan Sosial Negara Indonesia di Era Globalisasi
d. Daftar Isi
Nomor urut digit terakhir dari suatu dafatar isi dan bagian akhir nama isinya tidak perlu dibubuhi tanda titik.
Contoh:
BAB 1 PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA
1 Asal Bahasa Indonesia
1.1 Sumber Bahasa Indonesia
1.2 Faktor-faktor yang Memungkinkan Diangkatnya Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Indonesia
e. Penulisan Kata
Kekeliruan penulisan kata biasanya berkenaan dengan kata turunan, proklitik, ke dan di kata depan yang sering tertukar dengan imbuhan, pertikel pun dan angka.
Kata Turunan
Contoh:
Menggarisbawahi bukan menggaris bawahi
Kombinasi
Contoh:
Pancaindera
Mahakuasa
Komentar
Posting Komentar